I.
Pengantar Teknologi Informasi
A. Definisi
Teknologi Informasi
Pengertian
Teknologi Informasi adalah fasilitas-fasilitas yang terdiri dari
perangkat keras dan perangkat lunak dalam mendukung dan meningkatkan kualitas
informasi untuk setiap lapisan masyarakat secara cepat dan berkualitas.
Sedangkan
menurut Wikipedia, bahwa
pengertian teknologi Informasi (IT) adalah istilah umum tekologi untuk membantu
manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan menyebarkan
informasi.
Tujuan Teknologi Iformasi adalah untuk memecahkan suatu masalah, membuka
kreativitas, meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam aktivitas manusia.
B. Pemanfaatan Teknologi Informas
Kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi informatika telah membawa pengaruh terhadap penggunaan
alat-alat bantu mengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan
lainnya. Mungkin saja, bagi sekolah-sekolah yang sudah maju dan mampu, telah
menggunakan alat-alat tersebut sebagai alat bantu mengajar, sehingga
pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Seiring dengan kemajuan
teknologi informasi, perkembangan pendidikan di sekolahan semakin lama semakin
mengalami perubahan dan mendorong berbagai usaha perubahan. Proses pendidikan
di sekolah-sekolah kita telah menunjukkan perkembangan pesat pada bidang
kurikulum, metodologi pembelajaran, peralatan dan penilaian. Selain itu, juga
terjadi perubahan pada bidang administrasi pendidikan, organisasi, personil
[SDM], dan supervisi pendidikan. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa
perubahan yang terjadi merupakan pembaharuan dalam sistem pendidikan yang
menyangkut semua aspek atau komponen yang ada.
Ada beberapa aspek yang menonjol, dalam proses
pembelajaran, yaitu metode pengajaran, media pembelajaran, dan penilaian. Oleh
karena itu, para pengajar [guru dan dosen] dapat menerapkan aspek-aspek
pembelajaran tersebut.
Pengajar mulai
berusaha membiasakan diri untuk menggunakan peralatan-peralatan, seperti OHP,
LCD, CD, VCD, Vidio, komputer, dan internet dalam pembelajaran di kelas, dengan
berbagai program pembelajaran yang dapat dikembangkan. Untuk sekolah-sekolah
yang sudah maju, seharusnya sudah berusaha untuk melakukan berbagai upaya
perbaikan pada alat-alat dan perlengkapan pendidikan yang digunakan. Demikian
pula kesedian pengajar untuk menyesuaikan dan menggunakan alat-alat pendidikan
konpensional yang sudah ada dengan tidak menolak menggunakan alat-alat yang
sesuai dengan kemajuan teknologi modern.
Jaman sudah
semakin canggih, dengan adanya teknologi kita bisa menerima dan memberikan
informasi melalui jaringan sosial. Sekolah bisa memanfaatkannya melalui media
ini:
1. radio,
2. TV,
3. film,
4. komputer,
5. VCD, DVD, LCD, internet, sebagai sarana
pembelajaran.
Di Indonesia
telah dicobakan penggunaan radio dan televisi pendidikan [TVP]. Sekarang ini
mulai dikembangkan pembelajaran berbasis e-learning internet. Maka bagi
sekolah-sekolah jarak jauh atau pembelajaran jarak jauh, tentu saja memerlukan
perlengkapan pendidikan yang baik dan disesuaikan dengan perkembangan alat-alat
yang digunakan dalam proses pembelajaran dan pendidikan.
II. Konsep Informasi
A. Definisi informasi
Informasi merupakan suatu hal yang perlu bagi kehidupan
seseorang. Dengan informasi seseorang yang awalnya tidak tahu menjadi tahu,
awalnya tidak mengerti menjadi mengerti. Sangatlah penting informasi itu untuk
menambah pengetahuan atau wawasan seseorang.
dapat
disimpulkan bahwa informasi adalah Suatu data atau objek yang diproses
terlebih dahulu sedemikian rupa sehingga dapat tersusun dan terklasifikasi
dengan baik, sehingga memiliki arti bagi penerimanya yang selanjutnya menjadi
pengetahuan bagi penerima tentang suatu hal tertentu yang membantu pengambilan
keputusan secara tepat.
B. Siklus Informasi
Data merupakan bentuk yang
masih mentah yang belum bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut
menjadi suatu model untuk dihasilkan informasi. Data yang diolah untuk menghasilkan
informasi menggunakan suatu model proses tertentu.
1. Data yang diolah melalui suatu
model menjadi informasi,
2. penerima kemudian menerima
informasi tersebut,
3. melakukan keputusan berdasarkan
informasi tersebut dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu
tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali.
4. Data tersebut akan ditangkap
kembali sebagai input, diproses kembali melalui suatu model dan seterusnya yang
merupakan suatu siklus.
C. Mutu
Informasi
Dalam suatu penyelidikan yang dilakukan mengenai sikap manajemen terhadap
sistem informasi, 75 orang manajer menilai peningkatan mutu dan jumlah
informasi hampir sama dipenggunaanya dari sudut pengaruhnya terhadap prestasi
kerja. Akan tetapi, apabila diberi kesempatan untuk memilih, 90% manajer lebih
menyukai peningkatan dalam mutu informasi daripada peningkatan dalam jumlahnya. Informasi berbeda dalam mutunya
disebabkan oleh penyimpangan atau kesalahan. Mengenai penyimpangan dapat
diberikan contoh seorang wakil penjualan yang cenderung menaksir hasil
penjualan yang tidak realistis. Apabila penyimpangan diketahui oleh penerima
informasi, ia dapat menyesuaikannya. Masalahnya adalah menentukan penyimpangan
tersebut.
Kualitas Informasi
Kualitas
Informasi adalah sejauh mana informasi secara
konsisten dapat memenuhi persyaratan dan harapan semua orang yang membutuhkan
informasi tersebut untuk melakukan proses mereka. Konsep ini dikaitkan dengan konsep produk
informasi yang menggunakan datasebagai masukan dan informasi didefinisikan sebagai
data yang telah diolah sehingga memberikan makna bagi penerima informasi.
Kualitas informasi sangat di pengaruhi dan di
tentukan beberapa hal, yaitu
a. Bersifat
relevan, berarti informasi dapat memberikan manfaat bagi penerimanya.
b. Akurat, setiap
informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan yang menyesatkan, serta jelas
mencerminkan maksudnya.
Nilai Informasi
1. Kemudahan dalam memperoleh Informasi
memperoleh nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah.
Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit
diperoleh.
2. Sifat luas dan kelengkapannya Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup/ cakupan yang
luas dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai,
karena tidak dapat digunakan secara baik.
3. Ketelitian (accuracy)
Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang
tinggi/ akurat. Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat, karena akan
mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.
4. Kecocokan dengan pengguna (relevance)
Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan
kebutuhan penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai
jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan
untuk pengambilan keputusan.
5. Ketepatan waktu Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada
saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika
terlambat diterima/ usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan
keputusan.
6. Kejelasan (clarity) Informasi
yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi
dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi.
7. Fleksibilitas/ keluwesannya Nilai
informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas
informasi diperlukan oleh para manajer/ pimpinan pada saat pengambilan
keputusan.
8. Dapat dibuktikan Nilai
informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan
kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada validitas data sumber yang
diolah.
9. Tidak ada prasangka Nilai
informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan
prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi.
10. Dapat diukur Informasi
untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat
mencapai nilai yang sempurna.
III. Sistem Komputer
A.
Definisi Komputer
Komputer
adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai
berikut :
·
Menerima input
·
Memproses input tadi sesuai dengan programmnya
·
Menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan
·
Menyediakan output dalam bentuk informasi
B. Penjelasan
a. Hardware
Pengertian
Hardware atau Perangkat
Keras adalah komponen pada komputer yang dapat terlihat dan disentuh secara
fisik. Jadi, rupa secara fisik dari komputer dapat kita sebut sebagai Hardware atau Perangkat
Keras. Contoh dari Hardware adalah sebagai berikut:
1. Perangkat Input/Masukan:
Merupakan Hardware yang digunakan untuk memasukkan (Input)
instruksi dari pengguna komputer (User). Contohnya adalah Keyboard, Mouse,
dan Joystick.
2. Perangkat Pemrosesan: Merupakan
Hardware yang terdapat pada sebuah komputer untuk memproses masukkan/input dari
pengguna. Contohnya adalah Prosesor pada sebuah komputer.
3. Perangkat Output/Keluaran:
Merupakan Hardware yang digunakan untuk menghasilkan suatu proses (output) dari
pengguna komputer (User). Contohnya adalah Monitor, Speaker, dan Printer.
b. Software
Pengertian Software atau
Perangkat Lunak adalah data-data yang terdapat pada sebuah komputer yang
doformat kemudian disimpan secara digital. Bisa dibilang bahwa
Software merupakan komponen yang tidak terlihat secara fisik, tetapi
terdapat dalam sebuah komputer. Contoh dari Software adalah sebagai berikut:
1. Sistem Operasi: Merupakan
Software yang digunakan untuk menghubungkan antara Hardware dengan
Pengguna/User.
2. Software
Aplikasi: Merupakan Software yang dapat diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan
pengguna. Contohnya adalah Software paket aplikasi perkantoran seperti Libre
Office dan Microsoft Office.
c. Brainware
Pengertian Brainware atau
Perangkat Manusia adalah orang yang menggunakan atau mengoprasikan komputer.
Contoh dari Brainware adalah Programmer, Netter (sebutan bagi orang yang sedang
melakukan surfing di Internet), dan orang-orang yang sedang
menggunakan komputer.
C. Kemampuan Komputer
Kemampuan komputer yang paling
menakjubkan adalah kecepatannya. Komputer dapat melakukan suatu operasi dasar,
seperti misalnya perhitungan pertambahan atau pengurangan, dalam waktu yang
sangat cepat, yaitu dalam satuan millisecond, microsecond, nanosecond atau
picosecond.
Kemampuan komputer lain yang
menakjubkan adalah ketepatannya. Kalau manusia lelah,maka mentalnya akan luluh
yang akan berakibat kecenderungan untuk melakukan kesalahan.Sebaliknya
karena komputer tidak mempunyai mental dan tidak mengenal lelah maka
komputer tidak akan mengalami kesalahan.
Komputer akan mengalami
kesalahan, bilamana komponennya rusak Data yang dimasukkan salah,
maka hasilnya akan salah. Suatu istilah komputer yang cukup populer,
yaitu GIGO (Garbage In Garbage Out) yang berarti sampah yang masuk,sampah
pula yang keluar. Jadi kalau data yang dimasukkan salah, maka hasilnya
akan salah. Sebaliknya bila data yang dimasukkan benar, maka hasilnya akan
benar (Gold In Gold Out), emas yang masuk, emas pula yang keluar.